Sabtu, 05 Oktober 2013

PENGANTAR ILMU PERTANIAN


1. AKAR TUNGGANG DAN AKAR SERABUT
1.1 Akar Tunggang
Akar tunggang adalah akar yang mempunyai akar pancer (akar utama) dimana akar itu akan menancap kokoh ke dalam tanah. Akar itu akan bercabang-cabang dengan ukuran besar dan panjang yang berbeda-beda.Akar tunggang / pancer inilah yang menancap kokoh ke dalam tanah. Akar ini memiliki banyak cabang mulai dari cabang besar sampai paling ujung, yaitu tudung akar dan bulu akar. Sebagaimana paparan di atas, tumbuhan yang memiliki akar pancer tunggang, akan memiliki banyak cabang, dahan dan ranting. Tumbuhan jenis ini antara lain rambutan, mahoni, jati, belimbing, jambu dan mangga.
http://4.bp.blogspot.com/_dJkcvgy7774/S5dCTupkWPI/AAAAAAAAACc/ctxmO1SfCG0/s320/akar-tunggang1.jpg
Tumbuhan yang memiliki akar tunggang / pancer tidak hanya tumbuhan yang besar seperti contoh di atas, tetapi akar tunggang ini banyak pula dimiliki oleh tumbuhan perdu / kecil seperti jenis rumput. Cara membedakannya sama seperti tumbuhan besar. Apabila tumbuhan perdu itu banyak memiliki bahan dan ranting, berarti tumbuhan itu memiliki akar tunggang / pancer. Contoh tumbuhan jenis perdu yang memiliki akar tunggang adalah cabai, puring, biji keeling, melati, dan mangga.




1.2 Akar Serabut
Pengertian dan Definisi Akar serabut. Akar serabut adalah sejumlah akar yang terdapat pada pangkal tumbuhan yang besar dan panjangnya hampir sama.  Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyak banyaknya. Cabang akar yang tumbuh tidak menjadi besar tetapi tumbu akar lagi. lalu akar primer selanjutnya mengecil, sehingga bentuknya mirip dengan serabut. 

http://4.bp.blogspot.com/-h25m3O3Yl68/UHGALvNZ88I/AAAAAAAABXk/kKebUG0nX_4/s1600/akar+serabut.png
Akar serabut umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil atau tumbuhan berdaun lembaga satu, seperti: palm, bambu, alang-alang, pisang, dll. Akar serabut juga kadang-kandang terdapat pada tumbuhan dikotil yang dikembangbiakan dengan cara di cangkong atau stek. 
Fungsi utama akar serabut bagi tanaman monokotil adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan. Akar juga berfungsi sebagai penyerap air dan zat-zat minerak lainnya dari dalam tanah. Selain itu, akar serabut juga dapat berfungsi untuk mencagah erosi. karena serabut-serabut akar akan menahan kikisan tanah oleh air. Karena itu disarankan pada tanah yang berlereng sebaiknya di tanami dengan tanaman bambu untuk mencegah erosi dan tanah longsor.

2. AKAR UDARA, AKAR TUNJANG, DAN AKAR PENYIMPANAN
2.1 Akat udara
Akar udara adalah akartumbuhan yang berada di atas tanah. Akar ini umumnya bersifat adventisius dan ditemukan pada beragam spesies tumbuhan, termasuk epifit seperti anggrek, bakau, beringin atau jejawi, dan sangga upas (poison ivy). Bentuknya sangat beragam, tapi secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua jenis: gravitrop negatif (tumbuh ke atas menjauhi tanah) dan gravitrop positif (tumbuh ke bawah menuju tanah).

2.2 Akar Tunjang
Akar tunjang merupakan cabang akar yang tumbuh tegak lurus keatas.Akar tunjang terlihat menyembul kepermukaan tanah .Akar  ini memiliki banyak celah untuk masuknya selain itu akar tunjangberfuingsi menopan berat pohon .Tumbuhan yang mempunyai akar tunjang misalnya kayu api dan gayam.

2.3 Akar Penyimpanan
Akar penyimpanan adalah akar yang di gunakan untuk menyimpan cadangan makanan misalnya ubi kayu dan wortel.

3. FASE-FASE PERTUMBUHAN PADA TANAMAN
Tahap-Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Berbunga adalah sebagai berikut:
1. Tahap Awal Pertumbuhan
Pertumbuhan pada biji telah dimulai pada saat proses fisika, kimia, dan biologi mulai berlangsung. Mula-mula terjadi proses fisika saat biji melakukan imbibisi atau penyerapan air sampai biji ukurannya bertambah dan menjadi lunak. Saat air masuk ke dalam biji, enzim-enzim mulai aktif sehingga menghasilkan berbagai reaksi kimia. Kerja enzim ini antara lain, mengaktifkan metabolisme di dalam biji dengan mensintesis cadangan makanan sebagai persediaan cadangan makanan pada saat perkecambahan berlangsung yang dipakai untuk berkecambah.
2. Perkecambahan
Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil) dari dalam biji yang merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio. Pada perkembangan embrio saat berkecambah, bagian plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, sedangkan radikula menjadi akar. Tipe perkecambahan ada dua macam, tipe itu sebagai berikut.
Gambar 1.1 Bagian-bagian biji
Gambar 1.1 Bagian-bagian biji
  • Tipe perkecambahan di atas tanah (Epigeal) Tipe ini terjadi, jika plumula (perhatikan Gambar 1.1) muncul di atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tetap berada di dalam tanah.
Gambar 1.2 Epigeal
Gambar 1.2 Epigeal
  • Tipe perkecambahan di bawah tanah (hipogeal) Tipe ini terjadi, jika plumula dan kotiledon muncul di atas permukaan tanah.
Gambar 1.3 Hipogeal
Gambar 1.3 Hipogeal
Makanan untuk pertumbuhan embrio diperoleh dari cadangan makanan karena belum terbentuknya klorofil yang diperlukan dalam fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil makanan diperoleh dari kotiledon, sedangkan pada tumbuhan monokotil diperoleh dari endosperm.
3. Pertumbuhan Primer
Setelah fase perkecambahan, diikuti pertumbuhan tiga sistem jaringan meristem primer yang terletak di akar dan batang. Pada fase ini tumbuhan membentuk akar, batang, dan daun. Tiga sistem jaringan primer yang terbentuk sebagai berikut.
·         Protoderm, yaitu lapisan terluar yang akan membentuk jaringan epidermis.
·         Meristem dasar yang akan berkembang menjadi jaringan dasar yang mengisi lapisan korteks pada akar di antara style dan epidermis.
·         Prokambium, yaitu lapisan dalam yang akan berkembang menjadi silinder pusat, yaitu floem dan xilem.
3.1 Pertumbuhan primer pada akar
Akar muda yang keluar dari biji segera masuk ke dalam tanah, selanjutnya membentuk sistem perakaran tanaman. Pada ujung akar yang masih muda, terdapat empat daerah pertumbuhan sebagai berikut.


1. Tudung akar (kaliptra)
Tudung akar atau kaliptra berfungsi sebagai pelindung terhadap benturan fisik ujung akar terhadap tanah sekitar pertumbuhan. Fungsi lain ujung akar, yaitu memudahkan akar menembus tanah karena tudung akar dilengkapi dengan sekresi cairan polisakarida. Perbedaan antara tudung akar dikotil dan monokotil sebagai berikut.
  • Pada tudung akar dikotil, antara ujung akar dengan kaliptra tidak terdapat batas yang jelas dan tidak memiliki titik tumbuh pada kaliptra tersebut.
  • Pada tudung akar monokotil, antara ujung akar dan kaliptra terdapat batas yang jelas atau nyata dan mempunyai titik tumbuh tersendiri yang disebut kaliptrogen.
  • Sel-sel kaliptra yang dekat dengan ujung akar mengandung butir-butir tepung yang disebut kolumela.
Gambar 1.4 Jaringan meristem apikal akar
Gambar 1.4 Jaringan meristem apikal akar. a. tudung akar b. meristem c. daerah pemanjangan sel d. korteks e. floem f. xylem
2. Meristem
Meristem merupakan bagian dari ujung akar yang selnya senantiasa mengadakan pembelahan secara mitosis. Meristem ini terletak di belakang tudung akar. Pada tumbuhan dikotil, sel-sel tudung akar yang rusak akan digantikan oleh sel-sel baru yang dihasilkan oleh sel-sel me-ristem primer dari perkembangan sel-sel meristem apikal.

3. Daerah pemanjangan sel
Daerah pemanjangan sel terletak di belakang daerah meristem. Sel-sel hasil pembelahan meristem tumbuh dan berkembang memanjang pada daerah ini. Aktivitas pertumbuhan dan perkembangan memanjang dari sel mengakibatkan pembelahan sel di daerah ini menjadi lebih lambat dari bagian lain. Pemanjangan sel tersebut berperan penting untuk membantu daya tekan akar dan proses pertumbuhan memanjang akar.
Gambar 1.5 Tudung akar
Gambar 1.5 Tudung akar
3. Daerah Diferensiasi
Pada daerah ini, sel-sel hasil pembelahan dan pemanjangan akan mengelompok se-suai dengan kesamaan struktur. Sel-sel yang memiliki kesamaan struktur, kemudian akan memperoleh tugas membentuk jaringan tertentu.
Gambar 1.6 Struktur akar
Gambar 1.6 Struktur akar
3.2 Pertumbuhan Primer Pada Batang
Pertumbuhan dan perkembangan primer pada batang meliputi daerah pertumbuhan (titik tumbuh), daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi. Meristem apikal pada batang dibentuk oleh sel-sel yang senantiasa membelah pada ujung tunas yang biasa disebut kuncup. Di dalam kuncup, ruas batang dan tonjolan daun kecil (primordia) memiliki jarak sangat pendek karena jarak internodus (antarruas) sangat pendek. Pertumbuhan, pembelahan, dan pemanjangan sel terjadi di dalam internodus.
Gambar 1.7 Irisan membujur ujung batang
Gambar 1.7 Irisan membujur ujung batang
Setelah meristem primer membentuk jaringan permanen, kemudian meristem sekunder mengalami pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada tumbuhan dikotil, yaitu pembentukan kambium yang terbentuk dari parenkim atau kolenkim.
Gambar 1.8 Skema penampang melintang batang pada tumbuh-tumbuhan dikotil
Gambar 1.8 Tahapan pertumbuhan batang sekunder
Jika sel kambium membelah ke arah luar, akan membentuk sel floem, sebaliknya jika sel kambium membelah ke arah dalam akan membentuk xilem. Xilem dan floem yang terbentuk dari aktivitas kambium disebut xilem sekunder dan floem sekunder. Pertumbuhan xilem dan floem tersebut menyebabkan batang bertambah besar dan terbentuk lingkaran tahun yang dipengaruhi oleh aktivitas pada musim kemarau dan musim penghujan.
Gambar 1.9 Lingkaran tahun pada batang dikotil
Gambar 1.9 Lingkaran tahun pada batang dikotil
4. PROSES FOTO SINTESIS
            Dalam hubungan antara cahaya matahari dengan tanaman, selalu terdapat keterkaitan antara sinar matahari dan proses fotosintesis. Fotosintesis  merupakan proses pembuatan makanan yang terjadi pada tumbuhan hijau dengan bantuan sinar matahari dan enzim-enzim. fotosintesis adalah fungsi utama dari daun tumbuhan. Proses fotoseintesis ialah proses dimana tumbuhan menyerap karbondioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Tumbuhan menyerap cahaya karena mempunyai pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplast. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis.
6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2
            Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasiseluler adalah kebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbondioksida, air, dan energi kimia.
Fotosisntesis mutlak diperlukan oleh tumbuhan, manfaat fotosintesis bagi tumbuhan adalah sebagai berikut; :
1. Membantupertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
2. Membantu perkembangbiakan tumbuhan
3. Membantu pernapasan sel-sel tumbuhan
4. Membantu pergerakan tumbuhan
5. Menghasilkan cadangan makanan untuk tumbuhan
2.3 SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN




http://2.bp.blogspot.com/-OnjSKJSjp0o/UAJMRgE4gAI/AAAAAAAAAK0/e0_UMaUqWPQ/s1600/sel5.jpg









1.Membran Plasma
       Tersusun atas protein dan lemak. Fungsinya yaitu melindungi sel, mengatur keluar masuknya zat dan sebagai penerima rangsang dari luar sel.


2. Retikulum Endoplasma
       Berbentuk seperti benang-benang jala, dibagi menjadi dua, yaitu :
a.       Retikulum Endoplasma kasar, fungsinya yaitu transpor dan sintesis protein. dan juga terdapat ribosom.
b.      Retikulum Endoplasma halus, Tidak terdapat ribosom, dan mempunyai fungsi transpor dan sintesis lemak dan steroid.
Gambar 1.7 RE beserta ribosom
RE beserta ribosom. Ribosom menempel pada retikulum endoplasma.
3. Ribosom
       Tersusun dari protein dan tidak bermembarn. Fungsinya sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein.
4. Nukleus
       Merupakan organel terbesar, mempunya membran rangkap. Didalam nukleus terdapat nukleoplasma yang terdiri atas benang kromatin dan juga tersusun DNA, RNA dan Protein. Fungsinya sebagai pengendali seluruh aktivitas sel, dan pengatur pembelahan sel.
Gambar 1.6 Sebuah inti sel nukleus
Sebuah inti sel. Terdapat sistem membran inti sel yang bersatu dengan membran retikulum endoplasma.
5.Sentriol
       Sel ini hanya dimiliki oleh sel hewan. Fungsinya menarik kromosom menuju ke kutub.
Gambar 1.10 Sentriol terdiri atas sembilan triplet mikrotubulus
Sentriol terdiri atas sembilan triplet mikrotubulus.
6. Sitoplasma
       Tersusun atas cairan sitosol dan organela yang padat. Fungsinya yaitu sebagai tempat reaksi metabolisme sel.

7. Badan Golgi
       Terdiri atas membran berbentuk kantong pipih. Fungsinya sebagai sekresi polisakarida, protein dan lendir.
Gambar 1.8 Sebuah badan Golgi
8. Lisosom
       Yang merupakan membran berbentuk kantong kecil berisi enzim hidrolitik yang fungsinya untuk percernaan infrasel. Mempunyai berbagai fungsi, antara lain:
a.       Mencerna materi yang diambil secara endositosis.
b.      Menghancurkan organel sel yang sudah tidak berfungsi atau biasa disebut autofage.
c.       Menghancurkan selnya sendiri (autolisis).
9. Mitokondria
       Memiliki membran rangkap dan berlekuk-lekuk membentuk krista.
10. Dinding sel
       Tersusun atas protein selulose, hemiselulose, pektin dan lignin. Fungsinya memberi bentuk pada sel, melindungi sel sebelah dalam dan mengatur transportasi zat.
11. Plastida
       Organel yang mengandung pigmen, terdiri dari :
a. Kloroplas, mengandung klorofil.
b. Kromoplas, mengandung pigmen merah, jingga, dan kuning.
c.Kloroplas, tidak mengandung pigmen.Kloroplas dilihat dengan mikroskop elektron dan (b) diagram tiga dimensi kloroplas.
12. Vakuola
       Sel tumbuhan yang bersifat menetap. Fungsinya tempat menyimpan cadangan makanan, pigmen, minyak atsiri dan sisa metabolisme.
Gambar 1.12 (a) Vakuola







BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
                Akar tanaman sangat berperang penting dalam pertumbuhan tanaman, dan memaikan peranannya sesuai dengan jenis tumbuhan itu sendiri.
                Fase pertumbuhan tanaman ada dua macam yaitu hipogeal dan epigeal.Hipogeal adalah perkecambahan di bawah tanah sedangkan epigel adalah perkecambahan di atas tanah.
                Proses fotosintetis adalah proses pembentukan zat-zat makanan yang berlansung di daun kemudian diankut keseluruh bagian tubuh.
                Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki perbedaan diantaranya;
1.Sel Tumbuhan
  1.  Sel tumbuhan lebih besar dari sel Hewan
  2.  Tidak memiliki lisosom
  3.  Tidak memiliki sentrosom
  4.  Memiliki dinding sel dan membran sel
  5.  Umumnya memiliki plastida
  6.  Mempunyai bentuk yang tetap
  7.  Memiliki vakuola ukuran besar, banyak
2.Sel Hewan
  1. Sel Hewan lebih kecil dari sel Tumbuhan
  2. Tidak memiliki plastida
  3. Tidak memiliki dinding sel
  4. Memiliki lisosom
  5. Memiliki sentrosom
  6. Mempunyai bentuk tidak tetap
  7. Tidak memiliki vakuala kecil, sedikit
3.2 SARAN
                Kami sadar makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu penyusun sangat membutuhkan kerik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan makalah selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar